Pondok Cinta (YoGyA)

Kehangatan Cinta Keluarga ternyata membuat semangat hidup selalu menyala-nyala.

Film JK : Mencerahkan

Dalam perjalanan pulang dari Pekanbaru je Jakarta, aku membaca koran dan ada berita tentang pembuatan film 6 menit JK, mulai dari JK kecil sampai menjadi wapres.

Film yang apik dan aku tidak mengira kalau film itu ternyata dibuat hanya dalam waktu 3 hari saja dan dengan model casting yang asal comot saja.

Aku bukan pendukung JK, dan belum ada niatan untuk nyoblos JK, tapi setiap melihat model kampanye JK aku selalu merasa inilah model kampanye yang cerdas dan enak dilihat.

Andai ini tahun 2014, aku pasti tidak ragu2 lagi nyoblos JK [eh...nyontreng ya?], tapi saat ini kayaknya SBY masih punya peluang lebih besar dibanding calon lainnya. Sebagian besar rakyat masih lebih suka memberi kesempatan SBY untuk menyelesaikan program pemerintahan yang saat ini terlihat belum tuntas [emang ada yang tuntas ya?]

Kembali ke film JK, rasanya film itu bisa menjadi bagian sejarah film dokumenter yang punya karakter. Sosok JK kecil terlihat cerdas dan sosok JK remaja juga terlihat mulai arif melihat roda kehidupan keluarganya yang penuh nuansa.

Dalam debat presiden terakhir, JK juga tampil trengginas di akhir acara. Ucapannya enak didengar dan langsung “menghujam” jantung sasarannya.

Berbahagialah mereka yang mempunyai pemimpin seperti JK.

Turun dari pesawat, sesampainya di lapangan parkir kuhidupkan ponselku dan masuklah sms lawas dengan tokoh baru. Kalau SMS ini pasti pendukung JK akan tersenyum kecut.

Begini bunyinya.

===

Mega, JK, SBY dan seorang siswa sekolah sedang berada dalam pesawat yg sedang mengalami gangguan mesin. Hanya ada 3 parasut tersedia dalam pesawat.

Mega mengambil 1 tas parasut dan berkata: “Ladies first, saya satu2nya calon presiden wanita disini, wong cilik menantikan saya!” [Megapun] lalu melompat keluar.

JK cepat juga mengambil satu tas dan berkata: “Lebih cepat, lebih baik, siapa cepat, dia dapat, he he he” lalu melompat keluar.

SBY: “Nak, engkau masih muda, masa depanmu masih cerah. Saya sudah berbakti untuk negara, rakyat sudah sejahtera dan tenang, meskipun saya masih tidak puas, namun kamu generasi muda penerus bangsa, lanjutkanlah! Ambillah parasut terakhir”

Si anak sekolah menjawab: “Pak SBY presidenku, masih ada cukup parasut untuk kita berdua, Pak JK tadi mengambil tas sekolah saya”

===

Mau lihat film JK, silahkan lihat disini

JK

JK


.

June Wrap-Up

A

National Blog Posting Month

A

Themes are GPL, too

If WordPress were a country, our Bill of Rights would be the GPL because it protects our core freedoms. We’ve always done our best to keep WordPress.org clean and only promote things that are completely compatible and legal with WordPress’s license. There have been some questions in the community about whether the GPL applies to themes like we’ve always assumed. To help clarify this point, I reached out to the Software Freedom Law Center, the world’s preeminent experts on the GPL, which spent time with WordPress’s code, community, and provided us with an official legal opinion. One sentence summary: PHP in WordPress themes must be GPL, artwork and CSS may be but are not required.

Matt,

You asked the Software Freedom Law Center to clarify the status of themes as derivative works of WordPress, a content management software package written in PHP and licensed under version 2 of the GNU General Public License.

We examined release candidate 1 of WordPress 2.8, which you provided to us at http://wordpress.org/wordpress-2.8-RC1.tar.gz. The “classic” and “default” themes included in that release candidate comprise various PHP and CSS files along with an optional directory of images. The PHP files contain a mix of HTML markup and PHP calls to
WordPress functions. There is some programmatic logic in the PHP code, including loops and conditionals.

When WordPress is started, it executes various routines that prepare information for use by themes. In normal use, control is then transferred via PHP’s include() function to HTML and PHP templates found in theme package files. The PHP code in those template files relies on the earlier-prepared information to fill the templates for serving to the client.

On the basis of that version of WordPress, and considering those themes as if they had been added to WordPress by a third party, it is our opinion that the themes presented, and any that are substantially similar, contain elements that are derivative works of the WordPress software as well as elements that are potentially separate works. Specifically, the CSS files and material contained in the images directory of the “default” theme are works separate from the WordPress code. On the other hand, the PHP and HTML code that is intermingled with and operated on by PHP the code derives from the WordPress code.

In the WordPress themes, CSS files and images exist purely as data to be served by a web server. WordPress itself ignores these files[1]. The CSS and image files are simply read by the server as data and delivered verbatim to the user, avoiding the WordPress instance altogether. The CSS and images could easily be used with a range of HTML documents and read and displayed by a variety of software having no relation to WordPress. As such, these files are separate works from the WordPress code itself.

The PHP elements, taken together, are clearly derivative of WordPress code. The template is loaded via the include() function. Its contents are combined with the WordPress code in memory to be processed by PHP along with (and completely indistinguishable from) the rest of WordPress. The PHP code consists largely of calls to WordPress functions and sparse, minimal logic to control which WordPress functions are accessed and how many times they will be called. They are derivative of WordPress because every part of them is determined by the content of the WordPress functions they call. As works of authorship, they are designed only to be combined with WordPress into a larger work.

HTML elements are intermingled with PHP in the two themes presented. These snippets of HTML interspersed with PHP throughout the theme PHP files together form a work whose form is highly dependent on the PHP and thus derivative of it.

In conclusion, the WordPress themes supplied contain elements that are derivative of WordPress’s copyrighted code. These themes, being collections of distinct works (images, CSS files, PHP files), need not be GPL-licensed as a whole. Rather, the PHP files are subject to the requirements of the GPL while the images and CSS are not. Third-party developers of such themes may apply restrictive copyrights to these elements if they wish.

Finally, we note that it might be possible to design a valid WordPress theme that avoids the factors that subject it to WordPress’s copyright, but such a theme would have to forgo almost all the WordPress functionality that makes the software useful.

Sincerely,
James Vasile
Software Freedom Law Center

[1] There is one exception. WordPress does reads CSS and image files to create previews of templates for the template selection portion of the administrative interface. Even in that case, though, nothing in those files calls any WordPress functions, is treated as a command by PHP, or alters any other WordPress data structure. These files are read as data and used to create an image and display a miniaturized version of a webpage to the user.

Even though graphics and CSS aren’t required to be GPL legally, the lack thereof is pretty limiting. Can you imagine WordPress without any CSS or javascript? So as before, we will only promote and host things on WordPress.org that are 100% GPL or compatible. To celebrate a few folks creating 100% GPL themes and providing support and other services around them, we have a new page listing GPL commercially supported themes.

Talkshow di Radio [lagi]

Setelah sukses talkshow di Radio Gaya 93.6 FM, Sabtu depan ini kembali akan ada acara talkshow lagi. Kali ini di Radio Gema Annisa.

Kita tunggu ya. Slahkan dipanthengin jam 15.00 s.d jam 16.00. Radio Annisa gelombang 102.8 FM, Sabtu tanggal 4 Juli 2009 [wah hari kemerdekaan Amrik nih]

Catat harinya dan kabarkan pada teman-teman Cimart.

Salam

Gema Annisa

Gema Annisa

Tim Sukses : The Real Star

Kubaca di plurk, debat cawapres kurang seru. Yang seru justru pernyataan dari masing-mnasing tim sukses.

Mereka langsung saling tembak dan saling merendah [meninggikan mutu]. Namanya saja tim sukses, maka merekapun terlihat lebih tegang dan lebih terangsang untuk menyerang pesaingnya, meskipun di mulut mereka tetap menyanjung pesaing mereka.

Kayaknya memang yang akan menikmati kesuksesan pak Capres dqan Cawapres adalah justru Tim Sukses masing-masing. Untuk itulah mereka terlihat sangat antusias mendukung salah satu capres dan cawapres yang ada.

Prabowo memang terlihat loyo, gak kayak biasanya. ‘Kali dia kecapekan habis seharian kampanye ya….

Kali ini ternyata makin hari makin sulit untuk memutuskan siapa pemenang pemilu ini dan yang paling pentig, tenryata aku sekarang juga jadi sulit mau pilih capres yang mana.

Mereka semua punya keunggulan dan kelemahan masing-masing. Tinggal pilih yang terbaik dari yang ada.

Salam

debat cawapres

debat cawapres

source gambar dari pak Pray


.

Narsis di Gaya FM [93/6] usai sudah !:-)

Jam 11.30 wib aku nyampe di Radio Gaya. Ini sesuai dengan pesan SMS dari pak Rawi, bahwa dia sudah ada di lokasi pada jam itu.

Setelah celingukan sebentar, akhirnya muncul juga pak Rawi di Studio Radio Gaya 93.6 FM. Kita langsung masuk di studio dan disambut ramah oleh beberapa orang yang ada di ruangan studio.

Berada di Studio Radio Gaya ini, rasanya seperti sedang main ke rumah kawan. Ada dapur dan toilet yang diatur sedemikian rupa sehingga memberikan kesan sebuah rumah yang dipakai sebagai ruangan studio. Rasanya adem dan akrab banget.

Baru bernarsis ria di depan tulisan radio Gaya, mbak Eri sudah muncul dan menyalami kita satu demi satu. Di kemudian saat baru aku tahu kalau dia adalah lulusan S1 Arsitek. Wauw, mantap banget nih. Lulusan S1 yang hobinya membuat gambar arsitek dan pekerjaannya menjadi penyiar radio.

Tepat jam 12.00, kami langsung test sound. Hehehehe… mic-nya pak Rawi sempat ngadat, gak keluar suaranya. Setelah dipegang-pegang mbak Eri baru mau bunyi, tapi biar lebih afdol, pak Rawipun ganti mic. Kejadian ini tentu tidak tertangkap oleh pendengar, padahal dilakukan sambil tetap siaran on air.

Talkshow ini dibagi menjadi tiga babak, yaitu babak pertama banyak difokuskan untuk menggali tentang Kompasiana, babak kedua tentang Cimart dan babak terakhir lebih fokus pada pelaksanaan acara pelatihan Blog Kompasiana, tanggal 5 Juli 2009 di Resto SamiKuring Cikarang.

Pak Amril yang seharunya diplot untuk bicara atas nama Kompasiana, terpaksa tak gantikan posisinya, sehingga pak Rawi terpaksa menjadi wakil dari Cimart. Padahal tadinya diplot untuk menjadi wakil dari panitia pelaksana acara.

Dalam wawancara selanjutnya, ternyata memang aku banyak cerita tentang Rumah Sehat Kompasiana.

“Kalau rumah sakit membuat orang yang sedang sakit menjadi sembuh, maka kalau Rumah Sehat adalah membuat orang sehat menjadi semakin sehat, bukan malah menjadi sakit !”

Pada sesi selanjutnya, kuceritakan tentang terbentuknya Cimart, yang tadinya berawal dari obrolan ngalor ngidul di milis Cikarang baru dan kemudian berkembang menjadi diskusi serius dan akhirnya terbentuklah Cimart, dengan pemegang tampuk kepemimpinan saat ini adalah Salah seorang pengusaha Baju Muslim yang sudah malang melintang di dunia bisnis baju.

Bertemunya dua kelompok ini terjadi karena dua orang aktifis di Cimart adalah aktifis juga di Kompasiana. Mereka adalah pak Amril dan EsHaPe. Dua orang blogger Cikarang yang “runtang-runtung”, mulai pesta Blogger 2008 tahun lalu memang menjadi kompor dari para calon blogger dan blogger asli yang masih males nulis di blog.

Niat untuk ikut pesta Blogger 2009 pada bulan Oktober nanti membuat dua kompor ini terus menebar “racun”, sehingga sedikit demi sedikit mulai menggigit para blogger di Cikarang Bekasi ini.

Setelah para blogger Cikarang mulai menggeliat, maka perlu ada momentum yang membuat para blogger ini merasakan keberadaan mereka di kancah komunitas blogger Indonesia. Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya komunitas blogger Cikarang.

Jangan heran kalau sekarang ada undangan kopdar pada para blogger Cikarang, maka DuO kompor Cikarang sudah mempunyai teman perjalanan. Itulah teman sehidup seCikarang !:-). Biasanya aku kebagian setia di depan setir, pak Amril setia ngePLURK di belakang dan teman-teman lain asyik ngobrol menikmati perjalanan Cikarang Jakarta.

Dalam acara ini juga ada sesi tanya jawab dan pertanyaan muncul dari Cibitung dan Cakung. Dua pertanyaan yang menggelitik diajukan dan dijawab dengan jawaban standard, karena mau njawab panjang lebar, waktu on air sudah mendekati lampur merah.

Misalnya pertanyaan tentang bedanya wordpress dengan blogspot. Jawaban pertanyaan ini bisa macem-macem, tapi aku njawabnya yang singkat saja. Dengan isi yang nyaris sama, terlihat wordpress lebih mudah diketemukan oleh search engine Gugel dibanding blogspot. Ini tentu bisa diperdebatkan, karena pada prinsipnya keduanya mempunya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Wordpress lebih sulit untuk memasang widget yang mengandung script, sementara itu di blogspot masang adsense malah sudah ada widgetnya.

Kalau masih penasaran, banyak sudut pandang dari blogger lain terhadap masalah ini. misalnya disini atau disini.

Acara yang berlangsung satu jam ini ternyata berlalu begitu cepat. Tadinya mau ada teleconference dengan Kang Pepih atau Mas Iskandar dari Kompasiana, tapi waktu juga yang membuat acara harus berhenti sementara masih banyak kata-kata yang masih belum dikeluarkan.

Di akhir acara, ada dua pesan yang kusampaikan, yaitu pertama selalulah menulis dengan hati, sehingga tulisan kita bermanfaat bagi para pembacanya. Energi positif yang keluar dari tulisan kita akan membuat alam semsta ini mengirim balik energi positif yang kita kirim.

Yang kedua, bila sedang kehilangan ide ataupun sedang ingin meningkatkan jumlah pengunjung di blog kita secara gratis dan elegan, maka lakukanlah BLOG Walking. Baca baik-baik blog yang menurut kita menarik dan berikanlah komentar yang membangun bukan komentar yang isinya mencerca tanpa ada masukan yang menambah pencerahan tulisan yang kita baca.

Bila pembaca selanjutnya [setela kita] melihat komentar kita dan tertarik dengan isi komentar kita, maka bisa jadi mereka selanjutnya akan menjadi pembaca setia blog kita. Siapa tahu [?]

Minimal yang punya blog akan mampir ke blog kita juga. Ini sesuai dengan sifat kebanyakan blogger Indonesia, yang langsung pergi ke alamat penulis komentar yang ada di blog mereka.

Oce? Sampai ketemu lagi di talkshow yang lain. Setiap hari Selasa, selalu saja ada wawancara khusus dengan anggota TDA di Radio gaya ini. Silahkan simak mulai tanggal 7 Juli 2009.

Salam



.93.6 FM, cimart, gaya, kompasiana, pb09, pesta, radio

Iklan Diri : Talkshowku di Radio Gaya [93.6 FM]

Sabtu, 27 Juni 2009, Cimart akan on air di Radio Gaya Bekasi [93.6 FM]. Acara ini merupakan salah satu rangkaian acara Kompasiana Blogshop yang pertama kali, bekerja sama dengan blogger dari Cimart. Dari Cimart akan diwakili oleh Eshape [pengurus Cimart] dan Rawi W [panitia], sedang dari Kompasiana akan diwakili oleh Amril TG dan Pepi [by phone]

Radio Gaya ini bisa diterima dengan baik di beberapa daerah sebagai berikut :

+ Tanjung Priok, + Ancol, + Kota, Mangga2Mal, + Kelapa Gading, + Sunter, + Kemayoran, + Jl.Gunung Sahari, + Jl.Mangga Besar, + Jl.Hayam Wuruk, + Jl.Samanhudi, + Jl.Pasar Baru, + Jl.Gajah Mada, + Jl.Cideng, + Jl.Petojo Selatan / Utara, + Jl.Hasyim Ashari, + Harmoni, + Jl.Juanda, + Jl.Suryo Pranoto

+ Jatinegara, + Cawang, + Manggarai, + Tebet, + Kuningan, + Jl.Thamrin, + Jl.Sudirman, + Medan Merdeka, Monas, + Harmoni, + Petojo, + Tanah Abang, + Tomang, + Jl.Gatot Subroto, + Jl.Slipi, + Grogol, Roxy, Jl.Kiai Tapa

+ Tambun, + Cibitung, + Cikarang, + Lemah Abang, + Karawang, + Rengasdengklok, + Cikampek

+ Depok, + Cibubur, + Ciluengsi, + Cibinong, + Citeureup, + Jonggol, + Bogor

Radio Gaya FM adalah stasiun pemancar radio FM di Bekasi, berlokasi di Jl.Dili Raya A6/1, Bekasi Jaya Indah, Mekarsari, Bekasi 17112 dengan nomor telp. 021-8805115, 8805117, on air 8805114. Fax no.021-88340902,

Email :  radiogaya at yahoo.com.
Website : gayafm.com. On air sejak 1986.

Misi Radio Gaya FM Bekasi cukup keren :
Improving Quality of Life
Meningkatkan Kualitas Kehidupan para pendengarnya.

Jadi misi Radio Gaya FM Bekasi adalah menyajikan program acara siaran yang menginspirasi para pendengarnya agar meningkatkan Kualitas Kehidupan mereka.

Siap dengan radio masing-masing?

Silahkan simak di 93.6 FM

WordPress 2.8.1 Beta 2

2.8.1 Beta 2 is ready for testing.  Download it, check out the changes since beta 1, and review all tickets fixed in 2.8.1.  We especially suggest, recommend, and beg that plugin developers test their plugins against beta 2 and let us know of any issues.  Notable fixes in beta 2:

  • Translation of role names fixed
  • wp_page_menu() defaults to sorting by the user specified menu order rather than the page title
  • Upload error messages are now correctly reported
  • Autosave error experienced by some IE users is fixed
  • Styling glitch in the plugin editor fixed
  • SSH2 filesystem requirements updated
  • Switched back to curl as the default transport
  • Updated the translation library to avoid a problem with mbstring.func_overload

Thanks again for testing WordPress.

WordPress 2.8.1 Beta 1

We’ve started work on the first maintenance release to 2.8.  2.8.1 will fix a handful of bugs that turned up in 2.8.  Today we’re releasing the first beta of 2.8.1.  Download it, and check out the bugs fixed so far.  Here are some of the notable issues that are fixed in beta 1.

  • Certain themes were calling get_categories() in such a way that it would fail in 2.8. 2.8.1 works around this so these themes won’t have to change.
  • Dashboard memory usage is reduced.  Some people were running out of memory when loading the dashboard, resulting in an incomplete page.
  • The automatic upgrade no longer accidentally deletes files when cleaning up from a failed upgrade.
  • A problem where the rich text editor wasn’t being loaded due to compression issues has been worked around.
  • Extra security has been put in place to better protect you from plugins that do not do explicit permission checks.

If you would like to automatically upgrade from 2.8 to 2.8.1 Beta 1, follow these instructions.  Thanks for testing WordPress.