Agu 30 2010

eko eshape

Ganyang Situs Anak SMP yang …..

Filed under berbagi, blogger, keluarga

Bulan Agustus 2010 kalau kita tulis kata Anak SMP atau SMP di mesin pencari Gugel, maka bisa dipastikan akan muncul situs yang membuat kepala berkernyit. Halaman [ertama Gugel benar-benar dipenuhi dengan aneka berita seputar Anak SMP yang punya konotasi negatif.

Adalah seorang blogger yang mempunyai inisiatif untuk melakukan perubahan dengan cara mengajak blogger lain untuk ikut menulis tentang Anak SMP dengan materi tulisan yang memberi EPOS (Energi Positif) bagi pembacanya. Blogger ini memberikan award bagi siapa saja yang mau menulis tentang Anak SMP.

Gerakan SEO Positif ni kuketahui dari blog anakku, yang tadinya sama sekali malas menulis. Gara-gara ada gerakan SEO Positif ini maka anakku tiba-tiba terinspirasi untuk menulis tentang teman SMP-nya yang dikangeninya. Setelah itu, malam-malam malah ada telepon dari temen SMP-nya yang berada di luar kota.

Kulihat anakku wajahnya ceria banget ketika menerima telepon dari teman SMP-nya dulu yang tinggal di Surabaya. Inikah hikmah dari menulis cerita tentang Anak SMP? Tiba-tiba terdengar telepon masuk dari teman saat SMP?

Jangan-jangan aku juga nanti menerima telepon juga dari teman SMP-ku. Kebetulan aku memang menulis beberapa tulisan juga tentang Anak SMP ini di beberapa blogku. baik yang di blogspot maupun yang di Kompasiana.

Setelah menulis tentang Anak SMP, anakku menulis tentang Jilbab. Wah rupanya begitu ceritanya ya. Kalau tidak ditulis di blog, mungkin aku hanya menerima kulit dari cerita anakku yang pakai jilbab. Dengan menuliskannya di blog, maka aku lebih paham akan karakter anakku ini. Terima kasih buat mereka yang telah menggerakkan hati anakku, sehingga dia bisa menulis tentang teman SMP-nya dan bisa rajin menulis lagi.

Melalui tulisan ini, aku mengajak para blogger yang punya page rank (PR) tinggi untuk ikut menulis tentang apa saja yang penting memuat kata Anak SMP, syukur-syukur isinya memang cocok untuk Anak SMP, tentu hasilnya akan cepat kelihatan.

Mungkin pada saaat itu terjadi, maka bila kita mengetik kata Anka SMP yang muncul adalah cerita yang bermuatan EPOS untuk kita semua. Mari berpartisipasi dalam Gerakan SEO Peduli Anak SMP ini dan jangan lupa mampir ke pemrakarsa ajakan ini. Silahkan klik disini.

+++

Artikel terkait

Blognya Litha
Kehangatan Anak SMP
Anak SMP yang penuh gairah
Gelora Nafsu Anak SMP

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis

No responses yet

Agu 25 2010

eko eshape

Dirut PLN : “Saya jamin tidak ada pemadaman..!”

Filed under berbagi

Dalam acara santai sehabis buka bersama di PLN, salah satu direktur PLN cerita tentang banyak hal seputar PLN. Mimpi-mimpi para petinggi PLN untuk membuat PLN menjadi makin berkibar dan makin bermanfaat bagi rakyat banyak, kudengarkan satu demi satu.

Kalau ditinjau dari nama marganya direktur ini pasti masuk Wilayah Indonesia Barat bagian Utara, tapi justru dia ditempatkan untuk mengurusi Indonesia Wilayah Timur. Gayanya yang ceplas ceplos terlihat cocok untuk menjadi direktur operasional.

Cerita dimulai dari kendala demi kendala yang selalu muncul pada setiap eksekusi PLN, tetapi ide kreatif yang tadinya tidak banyak bertebaran di komunitas pegawai PLN terus mengalir lancar, sehingga bisa mengatasi berbagai kendala yang muncul tersebut. Iklim keterbukaan terlihat lebih kental di era kepemimpinan Dirut baru PLN ini.

“Masyarakat kita keinginannya sangat sederhana. Mereka hanya ingin agar lampu listriknya tidak mati. Itu saja yang mereka butuhkan dan kita (PLN) siap mewujudkan keinginan itu. Jadi kita hanya perlu berusaha agar listrik PLN tidak byar pet. Kalaupun nantinya pet, maka harus cepet byar!”

Kalimat yang bernada humor ini sebenarnya memang merupakan perwujudan keinginan rakyat banyak kita dan merupakan kebulatan tekad PLN untuk memberi pelayanan terbaik buat rakyat. Bahwa kemudian rakyat menanggapi dengan sudut pandang yang berbeda memang menjadi PR bagi PLN untuk menyikapinya secara arif. Berpolemik tentang hal ini tentu akan makin menyudutkan PLN yang sedang bebenah ini.

dirut

Dirut PLN sempat mendapat aplause ketika menyampaikan kegagalannya ketika berjanji pada rakyat Indonesia.

“Saya jamin tidak ada pemadaman lagi!”

Begitu janji yang diucapkan oleh Dirut PLN yang ternyata banyak menuai protes dari masyarakat, karena masih saja terjadi pemadaman listrik di beberapa tempat setelah janji itu diluncurkan.

Dalam sudut pandang PLN yang dimaksud tidak ada pemadaman adalah terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan listrik. Namun dalam pemahaman masyarakat arti kalimat itu adalah tidak adanya listrik yang padam lagi. Dua sudut pandang yang berbeda ini membuat rakyat mencemooh janji sang Dirut.

Ketika para hadirin bertepuk tangan untuk penjelasan ini, maka Dirut sempat berucap getir. “Seharusnya saya mendapat tepuk tangan seperti ini karena sudah berhasil membuat kebutuhan listrik rakyat sesuai dengan pasokan listrik yang disediakan PLN, tapi ….?”

Hadirin makin terhenyak ketika pak Dirut mengucapkan kalimat selanjutnya, “Baik… itu memang tuntutan rakyat dan itu pula yang sekarang menjadi tekad kita untuk membuat listrik tidak pernah padam dimanapun dia”

Sebuah tekad yang sangat tidak mungkin dicapai. Listrik padam penyebabnya bisa bermacam-macam, meskipun pasokan listriknya cukup. Trafo yang meledak, jaringan yang rusak ditimpa pohon rubuh atau tertabrak mobil, semuanya itu bisa menyebabkan listrik menjadi padam dan masyarakat tidak akan pernah tahu kenapa listrik menjadi padam padahal PLN sudah berjanji tidak ada listrik padam lagi. Bahkan pemeliharaan jaringan bisa juga menyebabkan pemadaman listrik, karena pada proses penyambungan pasti terjadi proses pemadaman listrik meskipun hanya sebentar.

Jadi penyebab padamnya listrik bisa bermacam-macam dan janji Dirut ini bisa jadi akan kembali sulit untuk dipenuhi. Hal ini mungkin yang menyebabkan munculnya kalimat “kalau PET ya cePET dibuat BYAR!”

Salah satu hal yang membuat hadirin makin salut dengan Dirut PLN adalah ketika salah satu penanya langsung menyerang sang Dirut.

“Saya tagih janji PLN untuk memakai mini turbin. Itu akan menyebabkan berkurangnya pemadaman listrik!”, begitu ucapnya berapi-api.

Pak Dirut langsung dengan tergopoh-gopoh setengah berlutut mendekati penanya dan meminta penjelasan lebih rinci tentang mini turbin. Sebuah sikap rendah hati yang membuat sang penanya jadi tersanjung.

tanya-jawab-dirut

Salut buat PLN dan semoga ini bukan hanya isapan jempol saja. Mari kita dukung Indonesia untuk menjadi lebih baik.

+++

pln-sudah-laba

PLN sudah mulai untung nih

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis

26 responses so far

Agu 09 2010

eko eshape

Ponsel Android, sudah punyakah anda?

Filed under berbagi, tips

Kalau ditanya tentang Ponsel apakah yang dalam satu tahun meningkat penjualannya sampai 600%, maka jawabannya pasti PONSEL ANDROID! Ini memang perkembangan yang sangat fenomenal dari ponsel anyar dengan teknologi OPEN SOURCE dari Gugel.

Perkembangan ponsel cerdas android ini memang sangat mencenggangkan. Bisa jadi karena sifat OS-nya yang open source, bisa jadi juga karena kebosanan akan dominasi ponsel merek tertentu saja, sehingga semangat untuk berteman dengan ponsel android jadi begitu membahana.

Ketika dirilis pertama kali pada tahun 2008, saat itu dengan memperkenalkan HTC Dream dan berbekal android versi 1.0, maka gaung ponsel cerdas ini masih dianggap tidak ada. Namun di awal tahun 2009, android seperti mendapat energi baru. Setelah Android Versi 1.1 selesai dirilis, hanya dalam hitungan bulan muncul versi 1.5 dengan kode (makanan) Cupcake. Jadi, mungkin versi 1.0 adalah makanan A(mpyang) dan versi 1.1 adalah B(akpao), sehingga versi 1.5 adalah C(upcake).

Setelah versi C(upcake), maka menyusul kemudian makanan lain, yaitu Android D(onut) 1.6. Label Donut ini mengikuti urutan abjad D(onut) setelah abjad C(upcake). Nuansa makanan makin terasa ketika muncul versi android E(clair) 2.x.

Inilah versi roti coklat EClair yang lezat.

Menyusul kemudian android F(royo) 2.2. Maka selanjutnya bisa diduga bahwa versi yang muncul kemudian pasti tidak akan lari dari huruf awal abjad G. Kabarnya memang Android versi 3.0 memakai kode Gingerbread.

Mengapa Android begitu gegap gempita, tentu ada beberapa sebabnya. Antara lain tentu demam android yang melanda Amerika pada awal tahun 2010 ini. Android telah berhasil menyalip iPhone yang pangsa pasarnya sudah mencapai 21 persen. Android sendiri telah mencapai angka 28 persen. Sebuah fenomena yang cukup menakjubkan mengingat dominasi Iphone yang sangat sulit dikalahkan di Amerika.

Di Indonesia sendiri, sebenarnya meskipun sudah meningkat 600 persen, tetapi sebenarnya angka nominalnya masih belum signifikan. Saat ini pangsa pasar Android masih berkisar pada angka dibawah 10 persen. Masih sulit mengalahkan pangsa pasar BB yang meskipun digoyang berbagai macam isu masih juga tidak goyah pasarnya. bahkan yang bertambah laris justru pasar ponsel BB Look like.

Di Amerika sendiri, meskipun ponsel cerdas Android ini terus melesat, tetapi tetap masih dibawah BB, yang angkanya berkisar pada nilai 33 persen.

Saat ini kunci persaingan ada di layanan internet saja. Bila layanan internet makin murah, maka bisa dipastikan Android akan meninggalkan BB dengan segera, tetapi bila layanan inetrnet masih seperti ini, maka BB masih akan menjadi pilihan utama dan kitapun harus menunggu versi Android yang berawalan huruf “Z”.

+++
Sumber gambar : disini, disini
Sumber berita : sisipan SINYAL edisi 96

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis

No responses yet

Jul 06 2010

eko eshape

Memulai Wirausaha Mie Ayam Sehati

Filed under berbagi, kuliner, tips

Penulis teraktif dan Penulis Tamu Kompasiana

Penulis teraktif dan Penulis Tamu Kompasiana

Pertanyaan yang sering diajukan oleh para peminat usaha Mie Ayam adalah bagaimana cara menjadi pengusaha Mie Ayam dan berapa modal yang harus dikeluarkan oleh mereka?

Pertanyaan itu pulalah yang muncul ketika para petinggi BeBlog mengunjungi gerai Mie Ayam Sehati di Cikarang, setelah mereka melakukan kunjungan ke salah satu Penasehat BeBlog, mas Amril TG.

Mereka yang berkunjung ke Mie Sehati adalah Om Jay (penasehat BeBlog), mas Aris (Ketua BeBlog), mas Irfan (admin BeBlog) dan pak Rawi (Humas BeBlog yang baru saja menerima beberapa penghargaan nasional melalui TDA Pusat dan kementrian UKM). Sebenarnya akan lebih lengkap lagi kalau mas Vavai (admin BeBlog yang lain) ikut acara ini.

Saat mereka memasuki gerai Mie Ayam Sehati ini saat itulah terdengar adzan Asar, sehingga merekapun melakukan kewajiban ibadah pada Allah swt baru kemudian mulai berdiskusi masalah usaha Mie Ayam ini.

Para Kompor TDA Bekasi

Para Kompor TDA Bekasi

Topik awal adalah masalah besaran modal yang harus disediakan untuk memulai usaha Mie Ayam ini.

“Modal untuk usaha Mie Ayam, diluar biaya tempat, biasanya berkisar pada angka 3 juta rupiah”

“Angka sebesar itu untuk apa saja ya?”

“Itu adalah angka untuk pembelian mesin giling mie, kompor dan perlengkapan lainnya”

“Kalau kita sudah punya kompor?”

“Ya angkanya bisa turun dari 3 juta. Kurangi dengan harga kompornya. Pada prinsipnya yang paling mahal adalah pembelian alat giling mie, yaitu seharga 525 ribu. Selebihnya biasanya kita sudah punya, misalnya sendok, garpu, panci dll”

“Terus kalau kita buka warung mie ayam, apakah namanya harus Mie Sehati atau Mie Perto?”

“Nama usaha, silahkan pilih sendiri yang paling cocok di hati. Setelah itu cantumkan nama Mie Perto Group di salah satu sudut papan nama atau spanduk. Contohnya di Mie Jawara yang baru saja buka di Cibubur. Mereka mengambil nama Mie Jawara - Sehati - Perto Group. Boleh-boleh saja”

“Apa beda atau kesamaan dari Mie Sehati dengan Mie Perto Group?”

“Mereka adalah dua bersaudara. Mie Perto adalah Kakak tertua dan adik satu-satunya adalah Mie Sehati”

“Maksudnya?”

“Artinya tidak ada bedanya antara Mie Perto dan Mie Sehati. Sampai saat ini kalau ada pelatihan, maka pelatih utama adalah Mie Perto dan asistennya adalah Mie Sehati. Dua-duanya punya ilmu yang ama dalam meracik menu mie Ayam ini”

“Terus bagaimana model kemitraan di Mie ayam Perto atau Sehati ini?”

“Yang pertama, penjual Mie Ayam yang bernaung di bawah Mie Perto Group atau Mie Sehati harus membeli bumbu mie atau yang sering kita sebut biang mie ke Manajemen Perto Group”

“Harganya?”

“Sangat murah. Hanya 5.000 rupiah per bungkus. Biang mie ini akan dicampurkan dengan 1 kg adonan tepung, sehingga menghasilkan sekitar 18 mangkok”

“Terus cara pembelian biang mie itu bagaimana?”

“Pesan minimal untuk 50 bungkus dan akan dikirim via TIKI atau semacamnya, tergantung tujuannya. Pengalaman selama ini tidak ada yang meleset deliverynya.”

“Wah ini iklan TIKI donk?”

“Hahaha…….kita sebut yang sering kita pakai saja. Yang lain juga bagus, cuma jarang kita pakai”

“Terus kecapnya pakai apa? Apakah harus Bango?”

“Tidak harus pak, tapi wajib !”

“Hahahaha….karena aktifis Mie Sehati ini anggota komunitas Bangomania ya?”

“Selain kita anggota komunitas Bangomania, kecap Bango memang enak kok pak!”

“Jadi hanya itu saja ya syaratnya? Apakah ada iuran atau suatu angka rupiah untuk dibayarkan ke Perto Group setiap bulannya sebagai bukti kemitraan ini?”

“Bila usaha mieny asudah untung, maka ada satu kewajiban yang kita wajibkan untuk semua mitra kerja kita yaitu agar mereka menyisihkan keuntungannya pada mereka yang sedang membutuhkan. Tidak usah besar-besar, cukup 2,5% saja. Kalau mau lebih ya dipesilahkan”

“Wah gampang banget ya? Tapi bagaimana cara merekrut karyawannya? Apakah karyawan itu bisa diikutkan dalam pelatihan disini?”

“Prinsipnya, kita ajarkan cara membuat mie lengkap dari A-Z hanya untuk pemilik usaha Mie Ayam. Dengan demikian pemiliknya tahu persis apa saja yang berhubungan dengan bisnis Mie Ayam ini. Bila suatu saat ada karyawan yang pergi, maka ilmu Mie Ayamnya tidak akan ikut pergi, karena kitalah yang punya ilmunya”

“Apa ada buku pegangan untuk dibaca-baca di rumah. Misalnya berisi alat apa saja yang dipakai, komposisi bumbunya dan sebagainya?”

“Tentu ada. Kalau bapak suka surfing internet, silahkan diunduh disini saja

“Kayaknya gampang ya buka usaha Mie Ayam ini…”

“Hahahaha…bener pak. Warung Mie Ayam Jawara yang di Cibubur itu, mereka baru pelatihan bulan lalu dan beberapa hari kemudian langsung buka usaha dan laris manis…”

“Iya bener, aku sudah coba juga kesana. Kok bisa enak padahal mereka kan masih baru buka?”

“Hahaha…..kalau ikut petunjuk dari buku dan dari pelatihan yang diberikan, maka semua itu menjadi mudah. Apalagi ditambah niat untuk membuka lapangan pekerjaan baru, insya Allah dimudahkan urusannya oleh yang Maha Kuasa”

“Insya Allah…Amin…”

“Makan dulu pak. Keasyikan ngobrol nanti lupa nggak nyobain mienya”

Diskusi sore itupun akhirnya berakhir dengan narsis bersama. Memang kebiasaan narsis berjamaah bagi para blogger sangat susah untuk dihilangkan.

Petinggi Blogger Bekasi (BeBlog) di Mie Sehati

Petinggi Blogger Bekasi (BeBlog) di Mie Sehati

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis

2 responses so far

Jul 01 2010

eko eshape

Sinetron Polri masih berlanjut

Filed under politik

“Din, udah dapet majalah Temponya belum?”

“Udah, tuh ama Khalid …”

“Hebat Din, dulu waktu koran Tempo susah dicari kamu dapat mencarinya terus, sekarang saat orang sudah susah nyari majalah Tempo, eh..kamu dapet juga barangnya”

“Mas Rasmin mau memuji atau mau pinjam majalah?”

“Hahaha…. kamu tahu aja Din. Aku cuma heran saja, kenapa di jaman internet ini masih ada juga acara melangkakan bahan bacaan”

“…….”

“Kalau dulu sih, kita pasti akan kesulitan mencari sumber bacaan yang hilang dari peredaran, tapi di jaman ini kan yang sulit dicaripun bisa dicari dengan gampang. Kalaupun kita tidak bisa mencari, ada sukarelawan di lingkungan kita yang akan dengan senang hati membagi hasil pencariannya, entah itu gambar, film maupun cerita”

“Menurutmu, itu tindakan siapa?”, tiba-tiba Udin bangkit dari duduk santainya dan duduk menghadap ke arah Rasmin dengan seius. Di ujung kursi lainnya terlihat Khalid yang sudah selesai membaca majalah Tempo mulai mendekati Udin dan Rasmin yang terlihat mulai akan berdiskusi.

“Ya jelas siapa lagi kalau bukan orang yang namanya ada di majalah itu?”

“Polri maksudmu?”

“Aku gak bilang begitu. Pasti seseorang yang merasa dirugikan dengan adanya berita di majalah itu deh”

“Memang mas Din punya pendapat lain?”, tiba-tiba Khalid ikut masuk dalam diskusi.

Sambil tersenyum dengan senyuman khas Pak Dhe, udin mulai membetulkan letak duduknya dan menjawab dengan pandangan pasti ke arah Rasmin.

“Pernahkan kalian berpikir bahwa yang melakukan itu adalah mereka yang ingin ada berita besar di negeri ini?”

“Bukankah isi berita itu sudah besar mas Din?”

“Bukankah dengan adanya kasus langkanya majalah ini kasus itu menjadi makin besar? Yang tadinya tidak paham tiba-tiba pingin memahaminya?”

“Ups…..”, Khalid seperti tersadarkan

“Kulihat sudah ada grup di FB yang membela majalah Tempo melawan Polri, ada juga Fans Page yang berisi hal yang sama. Apa ini maksud mas Din sebagai bagian dari usaha untuk membuat berita ini makin besar?”

“Hush… jangan dicampur adukkan. Halaman di fisbuk itu hanya salah satu bentuk dari ekspresi para fisbuker dalam menyikapi hari Social Media kemarin”

“Marilah kita bersama mendudukkan masalah ini pada tempat duduknya yang benar. masih banyak sinetron yang belum selesai di di negeri ini, jadi mari kita kembali fokus pada bagaimana caranya negeri ini bisa menjadi lebih baik”

“Bener mas Din, pemain sinetronnya kan orangnya masih yang itu-itu juga kan?”

“Tunggu sampai dalangnya muncul atau sinetronnya selesai, maka kita bisa bernafas dengan lega. Jangan sia-siakan energi untuk mengurusi hal-hal yang sepele tapi dibesar-besarkan”

“Maksud mas Din, kasus Lunas Mayas?”

“Banyak kasus-kasus kecil yang tidak segera diselesaikan, tapi malah digelembungkan agar menjadi bahan cerita baru yang justru membuat kasus itu makin meracuni mereka yang mestinya tidak kena. Jadi mari kita fokus saja”

“Mas Din, yang dimaksud KITA dalam kalimat mas Din KITA harus fokus itu siapa?”

“…….”

Sambil tersenyum Udin berdiri dan ngeloyor saja ke luar dari warung meninggalkan Khalid dan Rasmin yang diam terpaku melihat kepergian Udin.

+++
tempo

Sumber gambar disini

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis

14 responses so far

Jun 12 2010

eko eshape

Detik CoM menyusup di Festival Wirausaha 2010

Filed under TDA, berbagi

Tulisan ini dibuat karena ternyata banyak audiens Festival Wirausaha 2010 yang belum mengenal kanal blog lokal yang bernaung dibawah blogDetiK. Kecepatan akses yang kencang dari blog detik membuat banyak blogger Indonesia yang tertarik untuk memasang tulisannya di kanal ini. Jadi rasanya amat disayangkan kalau belum banyak warga komunitas sebesar TDA ini kalau sampai tidak mengenal blog DetiK. Bagi mereka DETIK adalah identik dengan kanal berita dan bukan identik dengan para blogger.

Itu mungkin yang membuat DETIK menjadi salah satu sponsor acara ini.

Festival Wirausaha terbesar tahun 2010 di Kota Bekasi yang digelar di Bekasi Square ternyata memang mendapat sambutan meriah dari masyarakat kota Bekasi dan sekitarnya. Bekasi Square yang biasanya sepi di pagi hari dan mulai ramai ketika siang, maka pada hari Sabtu 12 juni 2010 ini sudah mulai dipenuhi para peserta Festival Wirausaha yang diadakan dalam rangka Milad I TDA Bekasi.

Sebagian besar dari mereka adalah peserta lomba anak-anak yang diadakan oleh panitia Milad I TDA Bekasi. Tentu karena yang diundang ikut lomba adalah anak-anak kecil, maka yang datang kemudian adalah anak kecil plus orang tuanya, baik sendirian maupun sepasang.

Ini memang salah satu strategi panitia untuk mendatangkan pengunjung Festival Wirausaha sebanyak mungkin dalam rangkaian acara ulang tahun Tangan Di Atas (TDA) Bekasi yang pertama. Strategi ini cukup sukses dengan bukti ramainya pengunjung acara ini. Semakin siang, terlihat semakin banyak orang yang memenuhi lokasi Festival Wirausaha 2010 ini.

Meskipun hal ini sudah diantisipasi oleh panitia, tetapi tetap saja panitia terlihat kelabakan menerima kedatangan peserta baru yang “go show” langsung ndaftar di lokasi acara. Terlihat juga kesiapan matang dari seksi konsumsi yang tidak mengalami kendala dalam distribusinya. Sementara itu pelaksanaan lomba anak-anak terlihat tidak mengira kalau peserta ternyata menjadi sebanyak itu.

Walaupun semua akhirnya bisa ditangani dengan baik, tetapi peserta sempat kebingungan dengan suasana yang riuh rendah dan tidak adanya meja panitia yang terlihat jelas. Meja panitia memang sudah tidak terlihat lagi karena tertutup oleh barisan para orang tua anak-anak yang melakukan pendaftaran ulang.

Jam 10.00 wib tepat, acara Festival Wirausaha di ruang dalam dimulai dan panitia sempat dibuat kelabakan dengan susunan acara yang mendadak berubah. Kedatangan menteri Kehutanan mengunjungi Bekasi membuat Walikota Bekasi urung meresmikan acara ini. Demikian juga jadwal acara yang begitu padat dari Om Bob Sadino membuat Om Bob harus tampil secepatnya dan panitia harus menggeser acara lainnya. Begitulah seninya menjadi panitia.

Bagi penonton mungkin hanya merasa acaranya kok meloncat-loncat, tetapi panitia benar-benar dibuat sibuk dengan perubahan acara yang begitu mendadak. Suatu hal yang juga sebenarnya sudah diantisipasi tetapi ketika benar-benar terjadi panitia sempat grogi juga. Alhamdulillah semua bisa terlaksana dengan baik dan tidak ada jeda acara.

Setiap ada jeda acara, maka pasti ada acara tambahan yang diluar skenario untuk membuat semua acara menjadi link dan tidak ada missing link di rangkaian acara.

Seperti biasa, Om Bob selalu tampil dengan gaya khasnya.

“Saya berniat menjadi orang miskin tetapi ternyata saya telah gagal. Jadi mau apalagi, ya kita terima saja kekayaan ini dengan ikhlas”

“Saya paling tidak suka dengan kalimat yang suka diucapkan para dokter ketik apasien yang ditanganinya meninggal dunia”

“Mereka selalu bilang telah berusaha dengan sekuat tenaga hanya saja Tuhan berkehendak lain”

“Lalu apakah memang Tuhan telah berbuat salah karena tidak sesuai dengan tindakan kita yang kita anggap benar?”

Teori Om Bob ini memang selalu kontroversial dan sulit diterima dengan akal sehat.

“Makin banyak gelarnya maka makin susah seseorang menjadi wirausahawan sejati! Orang-orang pintar selalu panjang berpikir dan tidak segera melakukan action. Itu sebabnya mereka tidak berbakat menjadi wirausahawan.”

Sesi Om Bob Sadino ini berlangsung melebihi waktu yang disediakan karena banyaknya animo peserta untuk bertanya dan memberikan komentar atas nilai manfaat yang diperoleh selama mengikuti acara ini.

Beberapa sesi lainnya juga berlangsung dengan meriah dan padat, baik sesi talk show dengan beberapa narasumber dari anggota TDA Bekasi yang sukses di bidangnya masing-masing, maupun sesi ice breaking yang menampilkan pesulap muda yang enerjik dan cukup mempesona audiens.

Sesi yang tidak kalah menariknya adalah ketika salah satu sponsor acara ini menampilkan dagangannya, itulah sesi acara sponsor DETIK dot CoM.

Di acara ini terjadi hujan kaos, sehingga para audiens menjadi terbangun dari kantuknya. Kaos yang punya disain menarik ini membuat mata para audiens yang hampir mengantuk menjadi terbuka lagi.

Sampai saat ini Detik memang telah menjadi kanal dunia maya lokal yang paling laris. Meskipun secara umum masih kalah laris dibanding Facebook ataupun mesin pencari raksasa Google/Yahoo, tetapi tidak pelak lagi Detik masih di atas kanal-kanal lokal lainnya.

Saat ini di tengah persaingan dunia maya yang bergerak dalam bidang portal berita, maka DETIK terlihat tetap belum tergoyahkan. Apapun yang dicari di dunia maya, maka banyak sekali yang akhirnya berlabuh ke DETIK. Kasus video mirip artis Aril juga membuat pengunjung DETIK melonjak, hal ini memang sama dengan kanal berita lainnya yang ikut melonjak dengan adanya kasus Video mirip artis Ariel ini.

Kerja sama yang terjalin antara komunitas TDA dengan DETIK terlihat pada beberapa kegiatan dari masing-masing pihak. Ada fasilitas pemuatan iklan gratis di DETIK bagi anggota TDA yang dianggap memenuhi syarat untuk dimuat di DETIK dan sebaliknya setiap kegiatan TDA sering memajang logo DETIK di kolom-kolom sponsor acara.

Inilah contoh kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Hari pertama acara Festival Wirausaha 2010 ini akhirnya diakhiri dengan adanya workshop cara pembuatan Yoghurt dan cara pembuatan Coklat. Para audiens dipersilahakan memilih salah satu workshop yang diminatinya dan mereka akan mendapatkan ilmu sekaligus contoh hasil demo makanan ini.

Hari Minggu, 13 Juni 2010, acara akan diteruskan dengan beberapa demo masak (termasuk demo masak Mie Sehati), talkshow dan dialog interaktif oleh beberapa pakar wirausaha tingkat nasional.

Sampai bertemu di hari kedua acara Festival Wirausaha 2010 ini.

+++

Festival Wirausaha

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis

3 responses so far

Mei 16 2010

eko eshape

Guyonan (buat) Sri Mulyan(t)i

Filed under politik, senyum

Ini guyonan lama, yang sumbernya entah darimana, kemudian masuk ke inboxku. Kulihat guyonan ini dipelintir sedikit agar cocok dengan mbak Sri Mulyan(t)i. Hendaknya disikapi sebagai guyonan politik yang membuat kita jadi bisa merasa lepas membacanya.

Silahkan dinikmati :

First day of school in an American high school in Washington DC. The teacher introduces the new kid, Suzuki Yamaguchi from Japan to the rest of the class. As the class start, the teacher says:

“Let’s start with a small quiz in American history”. Who said “Freedom or death?” Suddenly silence and only Suzuki raises his hand:

“Patrick Henry, 1775. in Philadelphia.”

“Very good Suzuki”. And who said: “The nation is it’s people and as such can never die?”

Suzuki raises his hand again:

“Abraham Lincoln, 1863, Washington.”

The teacher looks at her students and says:

“Shame on you, Suzuki is a Japanese and know American history better than you.”

A silent voice from the back of the class:

“Go f*ck yourselves, sh*tty Japanese”

“Who said that!?”, yells the teacher.

Suzuki raises his hand and says:

“General MacArthur, 1942, Guadalcanalu, and Lee Iacocca 1982 at the Chrysler management board meeting, Detroit.”

The class is in silence and you can again hear a silent voice:

“Suck my c*ck!!!”

The teacher is furious:

“I’ve had enough. Who said that?”

Suzuki:

“Bill Clinton to Monica Levinsky, Oval Office, 1997 in Washington.”

Another voice yells:

“Suzuki is sh*t!”

Suzuki:

“Valentino Rossi in Rio de Janeiro at the Brazil moto Grand-Prix in 2002.”

The class goes wild, the teacher starts crying, and in walks to the school Principal she said:

“What the hell is going on?, I am going to quit !!”

Suzuki:

“Sri Mulyan(t)i, Ministry of Finance, Jakarta, Indonesia, 2010 when KPK auditors were in her office.”

+++
sumber gambar disini

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis

2 responses so far

Mei 16 2010

eko eshape

Ketemu Gudeg Yang Cocok

Filed under berbagi, kuliner

Setelah sekian kali mencari, akhirnya bertemu juga kita dengan Gudeg Yogya yang bisa diandalkan untuk sarapan pagi. Larisnya bukan main dan akibatnya jalan yang harusnya dipakai untuk jalan orang terpaksa jadi ajang untuk menyantap gudeg ini.

“Kalau cari Gudeg, coba cari penjual gudeg yang paling laris, pasti rasanya enak”, begitu kata kawanku ketika aku menyampaikan bahwa di Jababeka susah mencari Gudeg yang sesuai seleraku.

Pernah suatu kali aku beli di dua tempat yang kuanggap laris. Tenryata rasanya masih jauh dari yang kuharapkan. Lucunya, saat aku nongkrong ke warung yang kubeli, ternyata warung satunya itu pemiliknya adalah warung yang satunya lagi. Pantes saja rasanya sama-sama gak nendang.

Sebagai orang Yogya, aku dari kecil memang sudah terbiasa makan gudeg, sehingga gudeg yang kurang sesuai dengan cita rasa gudegku akan kuanggap tidak memenuhi seleraku.

Pagi ini, bersama Lilo, aku akhirnya menemukan penjual gudeg yang sesuai dengan kriteriaku. Memang tidak Yogya banget, sudah banyak variasi rasanya, tetapi aroma kelezatan gudeg Yogya masih terbawa dalam sajiannya.

Suasana yang laris manis di warung ini sedikit banyak membuat aku makin bernafsu untuk menyantap gudeg ini, dan begitu kubuka bungkusan gudeg ini, maka aroma gudeg langsung memenuhi wajahku. Tak usah menunggu lama, dalam kisaran 5 menit saja, satu porsi gudeg itu sudah bersarang di dalam perutku.

Kalaulah aku boleh memberi kritik, sebaiknya di sambel kreceknya dibuat lebih pedas lagi. Selain itu, semua sajian boleh dikata sudah memenuhi syarat untuk ditawarkan ke para pembeli yang lain.

Harga untuk satu bungkus nasi gudeg dengan lauk satu butir telor dan satu paha ayam, tanpa tempe dan tahu adalah 10 ribu. Rasanya harga itu cukup pantas untuk segmen pasar di Jababeka.

Tiga orang yang melayani pembeli rasanya juga sudah cukup, tinggal pemilik warung ini yang perlu sesekali ikut campur di saat pembeli begitu banyak yang antri dan tidak ketahuan lagi yang mana yang duluan antri.

Pengalaman di Yogya, ada warung lesehan yang luar biasa laris, tetapi sang manajer (pemilik warung) sambil menerima pembayaran tetap dapat ikut membantu penjualan dan ikut memantau siapa yang duluan antri.

Ini suatu hal yang sederhana tetapi bisa menjadi hal yang penting, karena ada yang merasa dilecehkan saat dia sudah lama antri dan tidak segera dilayani, sementara itu yang tahu-tahu datang sudah langsung dilayani.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis

4 responses so far

Mei 13 2010

eko eshape

Soto Jababeka II : Hanya Buka di Hari Libur

Filed under berbagi, kuliner

Berkali-kali nyobain Soto Kudus, aku selalu harus kembali ke Soto Kudus Bu Noor. Rasa lezatnya belum bisa tertandingi oleh Soto Kudus lainnya yang bertebaran di Jababeka dan sekitarnya.

Ini adalah Soto Kudus yang hanya buka di pasar Festival Jababeka II dan khusus pada hari libur. Jadi kalau nyari di hari tidak libur alias hari kerja, maka pasti tidak ketemu.

Porsi soto ini tidak membuat kenyang kalau kita pesan 1 mangkok saja, sehingga kalau mau kenyang terpaksa makan dua mangkok. Mungkin ini adalah salah satu rumus yang dipakai oleh Bu Noor untuk membuat dagangannya laris.

Saat masih di pasar kaget Jababeka lama, mobil yang dipakai oleh Bu Noor untuk menjajakan sotonya masih model lama, tapi saat pindah di Pasar Festival Jababeka II yang baru, maka mobilnya sudah berganti wajah.

Kalau diperhatikan, memang penggemar soto ini selalu berganti setiap saat. Jarang dijumpai orang yang sama saat aku makan di warung ini. Mungkin ini suatu kebetulan, tetapi kadang-kadang kudengar sapaan akrab dari Bu Noor saat pelanggan lamanya datang.

“Wah…sudah lama tidak kelihatan pak..kemana saja nih…..?”, kalimat ini sering sekali kudengar dari bu Noor setiap ada pelanggannya yang datang. Sebuah ungkapan kekerabatan yang disertai senyum, sehingga yang menerima senyuman itu pasti lumer hatinya.

Yang tadinya hanya ingin menemani orang makan akhirnya takluk dan ikut makan soto semangkok dan kadang dua mangkok.

Kalau diumpakan pengunjung blog, maka pengunjung soto ini selalu berbeda, tetapi pada kurun waktu tertentu pengunjung lamanya pasti kembali lagi, sehingga terlihat lalu lintas pengunjung soto ini sangat padat dan beragam.

Seperti warung soto lainnya, maka selain soto ada juga tambahan lauk yang dipajang di suatu piring. Isinya juga standard, yaitu sate telur burung puyuh, tempe, tahu dan semacamnya.

Minuman yang disajikan juga standard warung soto yaitu teh dan jeruk. Jadi dengan harga di bawah 10 ribu, rasanya warung ini cocok untuk mereka yang sedang jalan-jalan ke Jababeka II di waktu hari libur.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis

No responses yet

Apr 29 2010

eko eshape

Iklan GRATIS di Detik

Filed under TDA, kuliner

Iklan FREE di Detik!“, begitu kalimat yang kubaca di imil masuk pada milis Tangan Di Atas.

Ah, mana ada yang gratis kalau berhubungan dengan portal terbesar di Nusantara ini. Aku segera membaca imil yang lain, maklum ada ratusan imil yang belum kubaca pagi ini.

Sayangnya judul imil dari mas Ejune ini sangat menggoda, sehingga akhirnya kuikuti langkah-langkah yang ada di imil itu.

Saat siang hari dalam perjalanan ke Puncak, aku dapat imil dari detik yang mengabarkan bahwa Gerai Mie Ayam SEHATI sudah masuk dalam portal detik.

Begini bunyi imil yang kudapat.

+++

Dear Eko Sutrisno HP

Terimakasih untuk materi iklan yang telah Anda kirimkan. Iklan Anda sudah kami proses dan tayang perhari ini selama seminggu di lokasi Jakarta mulai (29 April 2010 - 5 Mei 2010).

Berikut link iklan Anda silahkan di cek sebagai berikut:

 http://iklanbaris.detik.com/lokasi/jabod…

Terima kasih

+++

Berita ini langsung kuteruskan ke milis TDA, baik TDA Pusat maupun TDA Bekasi (komunitas TDA terheboh tahun ini).

Akibatnya sudah kuduga. Puluhan imil langsung masuk ke kotak imilku. Mereka rata-rata memberi semangat dan menanyakan proses Gerai Mie Ayam SEHATI bisa masuk di portal iklan detik.

Aku tentu saja sangat tidak keberatan untuk menceritakan proses masuknya iklan Mie Ayam SEHATI di portal iklan Detik. Beberapa saat kemudian, kulihat di belakangku mulai bermunculan teman-teman yang beriklan di Detik.

Enak juga ikut komunitas TDA. Bisa dapat fasilitas gratis iklan di Detik. Jadi pingin berterima kasih pada TDA Bekasi nih. Yang paling gampang tentu masang logo Festival Wirausaha 2010 dalam rangka Milad I TDA Bekasi.

Festival Wirausaha 2010

Festival Wirausaha 2010

+++

Ini iklanku di portal iklan detik.

Mie Sehat Mie Ayam SEHATI
29 April 2010

Mie Ayam SEHATI menjadi istimewa karena dibuat pada hari itu juga, tanpa bahan pengawet dan pemanis. Segar terhidang dengan pilihan tiga rasa : Rasa Enak, Enak Sekali dan Enak Banget ! Secara rutin memberikan pelatihan bisnis mie.

Hubungi Yeni 0888 3087532 / Master Mie Syamsu 0856 1125392.

Mie Ayam SEHATI tidak hanya menjual mie tetapi menunjukkan cara makan yang sehat dan ikut membuka lapangan wirausaha dengan cara melakukan pelatihan secara rutin, baik keliling ke beberapa tempat maupun yang secara rutin diadakan di gerai mie ayam sehati.

Pelatihan bisnis mie ayam dipimpin oleh Master Mie Perto, Syamsu Irman dan asistennya Yeni Eshape.
Untuk pelatihan rutin di gerai mie ayam SEHATI langsung dipimpin oleh Yeni Eshape beserta tim.

Di gerai mie ini peserta pelatihan bisa melihat secara langsung alat yang dipakai dan cara pemasaran yang dilakukan.

Resep Mie dan laporan pelatihan semua ada di http://miesehati.wordpress.com/

Mie Ayam SEHATI

Mie Ayam SEHATI

+++

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis

No responses yet

Older Posts »