Beda Penyu dengan Kura-kura

17 Mar 2010

Setelah lama tertunda-tunda, akhirnya LiLo jadi juga berangkat ke Sea World.

“Kalau kemarin sudah membuat senang kakak-kakak LiLo, ya sekarang waktunya membuat senang Lilo”, kata Ibunya Lilo.

Dua hari kemarin, memang aku telah berpuas diri dengan Luluk dan Litha. Kita saling goncengan ke Warung Makan Itali [nyobain lasagna jawa] dan juga ke Siomay Kang Otong Bandung.

Ada juga sore hari yang indah saat bercengkerama dengan anak-anakku di teras atas rumah Yogya. Kok anak-anakku tidak bosan ya mendengar ceritaku, baik saat ini maupun saat aku masih kecil.

“Blognya dilanjutin pak. Itu kan baru masa TK sama SD, yang lainnya masih banyak kan?”

“Hehehe…tunggu saja ya…”, jawabku sambil menerawang ke masa lalu.

Teriakan LiLo membangunkan aku dari lamunan.

“Pak ayo berangkat sekarang, aku sudah siap nih”, begitu kata LiLo sambil menenteng tas ranselnya.

Akhirnya kamipun meluncur ke Sea World Ancol. Jam 09.00 berangkat dan sampai di Ancol belum jam 10, perjalanan ini hanya memakan waktu 45 menit saja. Wuih…enak banget kalau Jakarta bisa seperti ini tiap hari.

Langsung saja beli tiket dan antri masuk ke wahana Sea World.

Di pintu masuk langsung disambut dengan akuarium ikan Piranha, kemudian buaya putih dan kolam ikan Hiu.

Seperti kuda yang lepas dari kendali, begitulah lilo berlarian kesana kemari. Bingung sendiri dia mau melihat apa. Semuanya bagus-bagus dan menarik, sehingga Lilo susah menentukan pilihan apa yang mau ditonton.

“Dimana ya tempat kaki digigitin ikan?”, begitu kata lilo padaku. Akupun langsung menanyakan pada salah satu penjaga yang ada di dekatku.

Lilo langsung meluncur ke tempat yang dimaksud dan langsung minta beli tiket.

“Wah tiketnya mahal Lo. 40 rebu untuk 20 menit. Gimana?”

“Ya gak papa pak”

“Tapi dua puluh menit lagi ada acara penyelam ngasih makan ikan pari dan lain-lain, gimana?”

“Ya udah nanti saja sehabis acara itu”, kata Lilo, tapi kupikir-pikir sekarang saja ngerasain kaki digigit ikan kecil-kecil.

Kamipun beli tiket dan masuk ke ruangan. Cuci kaki dulu baru kemudian kaki kita dimasukkan ke kolam ikan dokter itu.

Lilo tertawa-tawa sendiri merasakan kegelian yang amat sangat. Begitu juga cewek yang duduk di sebelah lilo, sampai menjerit-jerit merasakan kegelian dari gigitan ikan kecil-kecil ini.

Selesai acara digigit ikan kecil, maka acara penyelam memberi makan ikan pari dan lain-lain sudah dimulai. Tempat duduk sudah penuh, sehingga sudah tidak kebagian tempat lagi.

Ini acara yang sangat menarik. Audience tidak hanya disuguhi tontonan pemebrian makan ke ikan, tetapi diselipi ilmu pengetahuan dasar tentang hewan-hewan air tersebut.

Lilo dengan fasih menerangkan apdaku bedanya Kura-kura dengan Penyu. Persis seperti yang dijelaskan oleh “ilmuwan” yang ada di depan panggung.

“Bedanya pada kaki pak, kalau penyu gak punya jari-jari dan hidupnya di laut”, begitu Lilo dengan serius menjelaskan padaku.

Yah…. tidak sia-sialah Lilo berlangganan National Geographic untuk anak-anak. Senangnya melihat anak-anak yang peduli dengan alam dan isinya yang luar biasa ini.

“Kalau beda ikan mamalia dan ikan biasa apa Lo?”, kataku masih ingin menguji

“Kalau ikan mamalia, ekorny abrgerak ke atas ke bawah, naik turun. Kalau ikan biasa pasti ekornya bergerak ke kanan dan ke kiri”

“Hehehehe…LiLo pinter deh…”, kataku memuji dengan tulus.

Pujian sederhana ini, katanya perlu untuk membangkitkan rasa percaya diri anak dan rasa ingin dihargai. Sesuatu yang kadang terasa berat diucapkan oleh orang tua pada anaknya adalah pujian ringan yang jujur. Kadang orang tua suka memuji tetapi tidak jujur atau bahkan ada yang tidak mau memuji sama sekali.

Jam sudah menunjukkan tengah hari dan saatnya untuk pulang. Makan duluj di kantin yang ada dan kemudian langsung meluncur pulang. Sempat juga beli minuman, foto dengan badut dan beli kaos di pintu keluar.

Terima kasih ya Tuhan. Atas kehendakMu, kami bisa bersenang-senang hari ini. Semoga kami jadi orang yang pandai bersyukur. Amin.


TAGS sea world ancol wisata


-

Author

Follow Me