Terima kasih pak EsBeYe

7 Nov 2010

“…Dprkirakan letusan merapi brikut’y mngeluarkan gas bracun yg prsebran’y akn smp k kota Jgja,dhrap wrga mmakai msker yg sdkit bsah krn air mntralkan rcun….”

“…nfo PENTING bg yg ada djogja tlg WASPADA dan ttp SIAGA,mulai nnti skitar jm 8-10 mlm,dperkirakan akn ada gempa, jd tlg jgn ddlm rmh. Sumber BMG yogya. Sebarkan…. del..”

SMS itu masuk ke hape istriku dan juga beberapa nomor hape mereka yang tinggal di Jogya. Tentu bisa diperkirakan akibatnya. Meskipun di SMS itu disebutkan juga agar tidak panik, tetapi dengan pemberitaan seperti itu tentu bagi masyarakat awam langsung menjadi panik. Belum lagi berita sebelumnya yang mengatakan bahwa air sudah melewati tanggul kali Code.

Dua orang gadis yang tinggal di rumahku dan juga para tetangga sudah ribut mau ngungsi. Suasana benar-benar bikin jengkel. Isi SMS dan berita itu kalau dibaca sepintas lalu memang sangat mengkhawatirkan dan jadi menyesatkan.

“Kalian mau ngungsi kemana coba?”, istriku mencoba menenangkan suasana di rumah

“Sekarang ini pak presiden SBY saja tinggal di Gedung Negara Jogya kok kita malah mau pergi?”

Kalimat terakhir ini rupanya sangat mujarab. Dua gadis itu jadi tenang dan kembali nonton berita di TV yang mengabarkan bahwa banyak SMS sesat beredar di Jogyakarta.

Untung ada pak EsBeYe di Jogyakarta, sehingga bisa menjadi kartu truf untuk menenangkan mereka yang gelisah dengan berita tak jelas di Jogyakarta.

Aku sendiri sempat terkecoh dengan berita meluapnya kali Code melewati tanggul kali. Aku yakin berita itu benar, tapi masak teman-teman DERU (Disaster Response Unit) UGM tenang-tenang saja. Akhirnya karena ingin konfirmasi lebih jelas aku langsung menghubungi pak BWS yang kuanggap paling tahu masalah ini dan selalu aktif ikut rapat penanganan kondisi darurat di Jogya.

Ini jawaban pak Budi WS :

“…Kedalaman Sungai Code di kota Yogyakarta, diukur dari jalan raya berkisar antara 8 - 12 m, tanggul sungai yang dimaksud media adalah tanggul yang membatasi kawasan pemukiman penduduk ditepi sungai, yang berada di elevasi 6 m - 10 m dibawah jalan raya. Jadi pengaruh banjir saat ini tdk akan berpengaruh luas ke kota jogja…”

Lega rasanya menerima konfirmasi ini. Sebaiknya memang kita selalu melakukan check dan recheck sebelum mengirimkan berita yang kita tidak yakini kebenarannya. Bisa jadi kita akan punya predikat sebagai pengedar HOAX.

Pagi ini kubaca juga status mas RDP di FB.

“…Banyak yg mengeluh soal penanganan bencana di Indonesia. Tapi banyak juga yang tidak tahu bahwa Indonesia memiliki satuan tanggap bencana terbaik di Asia. Karena sangking banyaknya relawan dan rakyat yang masih memiliki jiwa saling membantu….”

Mas Afroni menulis kemudian di bawahnya :

“…betul sekali pakde. Tapi perlu diperhatikan juga safety equipment untuk relawan dan tim SAR..masih banyak yang tidak dilengkapi dengan safety equipment……”

Akupun langsung menulis di bawah tulisan mas Afroni

“…Semangat gotong royong kita memang luar biasa.
Inilah semangat berbagi yang menjadi ciri banyak blogger Indonesia juga.
Kadang memang saking semangatnya, hoax-pun ikut dibagikan kemana-mana.
Kalau Safety Equipment memang belum jadi budaya di Indonesia.
Meskipun ada barangnya belum tentu digunakan sebagaimana mestinya.
Salut buat para relawan!
(Aku tidak bisa seperti mereka)…”

Semoga hanya berita yang benar yang kita forward ke teman-teman kita dan semoga Merapi segera beristirahat lagi. Amin.

jarak-merapi

Gambar diambil dari sini. Silahkan masuk di link tersebut dan geser-geser lokasi kita, maka akan ketahuan berapa jarak tempat yang kita pilih dengan Merapi. Dibuat dengan fasilitas dari Google. Pada gambar di atas terlihat jarak lurus Merapi dengan kota Jogyakarta adalah 29.00 KM.

Untuk kali ini aku harus berterima kasih kembali buat pak SBY dan teman-teman yang selalu mengabarkan berita baik. Mari kita berbuat untuk Indonesia lebih baik lagi.


TAGS SBY terima kasih peduli merapi esbeye


-

Author

Follow Me