Antisipasi Banjir Lahar Dingin

15 Dec 2010

Apa kata pakar Geologi tentang perlunya ntisipasi banjir lahar dingin?

” Hendaknya masyarakat desa yang tinggal di bantaran sungai selalu memperhatikan semua informasi yang disampaikan perangkat desa atau tokoh masyarakat. Kemudian mengumpulkan semua anggota keluarga lansia, wanita, anak-anak untuk mulai menuju titik tumpul.”

“Selalu perhatikan komando dari ketua kelompok, tetap tenang dan siaga,”

Ahli geologi yang lain berkata.

“… masyarakat hendaknya terus selalau waspada, karena saat ini sangat sulit memastikan kapan bencana lahar dingin ini akan berakhir selama musim penghujan masih akan terus berlangsung hingga bulan februari atau Maret 2011.”

“Hujan yang turun di lereng adalah pemicu adanya lahar dingin. Masyarakat diminta untuk mengungsi ke daerah yang lebih tinggi di luar 300 meter dari bataran sungai.”

Begitu kira-kira masukan dari para pakar geologi UGM yang menjemput bola dengan berkeliling ke berbagai desa yang diperkirakan terkena imbas banjir lahar dingin merapi.

Saat ini dikala erupsi Merapi sudah mulai menurun, maka potensi bahaya banjir lahar dingin justru makin mencekam, bagi yang mengehtahuinya. Masih tersimpan puluhan juta meter kubik lahar dingin yang siap angkut di lereng merapi dan hujan yang deras akan menbuat bencana banjir lahar dingin menjadi sangat menakutkan.

Secara kasar lokasi daerah sejauh 300 meter dari bantaran sungai yang akan dilewati banjir lahar dingin adalah daerah yang harus selalu waspada terhadap tanda-tanda bahaya yang bisa muncul setiap saat.
sepsang-excavator

Pengerukan lahar dingin di sungai sangat disarankan untuk memberi ruang dan arah bagi banjir yang pasti akan datang, namun bahaya banjir lahar dingin harus terus diperhatikan dengan seksama oleh para penggali lahar dingin itu. Salah-salah bisa jadi mereka yang akan menjadi korban pertama banjir lahar dingin.

Jadi pertanyaan besar juga, kenapa di saat orang Yogya sibuk mensosialisasikan bahaya banjir lahar dingin, justru yang dipernbincangkan ramai di Jogya adalah masalah keistimewaan daerah Jogyakarta.

marwoto

Benar-benar tidak masuk akalku yang “cupet” ini. Hire pinyi? Harus bagaimana kita bersikap menghadapi hal seperti ini? Diem saja, atau ikut panas dan menanggapi hal itu dengan penuh emosi?

Baru saja aku menulis artikel tentang terima kasihnya orang Jogya terhadap apa yang dilakukan pak eSBeYe di Jogya saat erupsi Merapui, eh sekarang hampir semua orang Jogya justru bermasalah dengan pak eSBeYe. Spanduk-spanduk yang tak pantas ditulis untuk seorang presiden besar bertebaran dimana-mana.

Rasanya rakyat Jogya sudah cukup mengutarakan pendapatnya dan saatnya kita bersatu padu untuk membangun Jogyakarta tercinta ini. Dayi dab !:-)

sby-karepmu-piye


TAGS yogya SBY banjir bahaya lahar dingin jogyakarta


-

Author

Follow Me