Kesaksian Blogger di Gandaria City “I wanna get home SAFELY”

24 Jan 2011

“Selamat datang mas Aris, mas Eko …” kata pemilikDunia Anjari dari kejauhan. “Maaf saya bukan eMCe, jadi agak kikuk ngomongnya”, lanjutnya.

Acara Blogger Reaction ini akhirnya penuh dengan warna dari dunia Anjari. Siapapun yang tampil di panggung, maka selalu ada celetukan dari Dunia Anjari. Inilah sebuah acara yang dikemas dengan sangat sederhana meskipun ditampilkan dengan cukup mewah (bukan mepet sawah, tapi mepet warung huenak).

ultah-blogger-detik-2

Patut diacungi jempol untuk siapapun yang sudah punya ide untuk mendatangkan seorang polisi kocak dalam acara ini. Apa yang diomongkan oleh pak Polisi ini enak didengar dan bikin kita jadi terhibur. “Pasti polisi ini bukan kabag reskrim tapi kabag Humas paling tidak…”, kataku pada mas Aris yang datang mewakili para Dewa BeBlog alias Komunitas Blogger Bekasi.

ultah-blogger-detik-19

Lain kali kayaknya beliau perlu diundang lagi untuk acara blogger. Selama ini yang ada di benak kita tentang sosok polisi adalah garang, tak kenal ampun dan selalu jaim, tapi di acara ini yang tampil adalah sosok polisi yang mewakili apa yang ada di benak kit atentang dunia kepolisian, utamanya tentang kebiasaan berlalu lintas dari para penggun ajalan di Indonesia. “Itulah Indonesia…”, nyanyi pak Polisi yang disambut dengan senyum lebar para penonton.

“Kebiasaan orang Indonesia adalah suka marah, kalau jalan macet suka membunyikan klakson dan sangat tidak sabaran”

Aku jadi ingat ketika Jumat lalu aku ke Singapore dan melihat tertibnya umat Islam antri di tempat wudhu.Selama ini kalau namanya umat Islam sering dilecehkan karena masjidnya kotor dan toiletnya beraroma “khas”.

“Jadi…pada para pengguna lalu lintas, dimohon jangan lakukan hal-hal seperti di atas. Mari kita latihan sabar dan tidak mudah membunyikan klakson saat lalu lintas macet. Semakin keras klakson semakin gerah suasana dan macet tetap saja macet”, kataku dalam hati.

Sesi acara “Why Do We Act for Safety Riding?” inipun berakhir dengan mulus. Hadirin bertepuk tangan dan kemudian acara langsung dilanjut dengan penampilan Band anak-anak muda (banget). Lagunya aku gak mudeng “babar belas”, jadi kunikmati saja beatnya. Lumayan bisa nggoyangkan kaki sambil duduk.

ultah-blogger-detik-8

Acara potong tumpeng akhirnya malah jadi meriah karena tidak jelas aturannya. Siapa yang motongh dqan diserahkan pada siapa, tidak jelas agendanya. Yang terjadi adalah acara mendadak tunjuk dan yang kebagian menerima adalah wakil dari Semarang dan Surabaya. Sebuah pasangan blogger yang ganteng (Semarang) dan cantik (Surabaya).

ultah-blogger-detik-29

Ketika akhirnya acara inti dilaksanakan, maka tampilah beberapa wakil dari berbagai komunitas, baik yang sudah lama terbentuk maupun yang baru saja terbentuk. Ada sedikit kesalahan teknis di acara ini, yaitu ketika Komunitas Kompasiana diwakili oleh salah satu penulis Kompasiana. Mungkin sang kompasianer ini merasa tidak sreg mewakili.komunitas kompasiana, sehingga dalam sambutannya dia mengatasnamakan dirinya sebagai wakil pribadi dan bukan sebagai wakil Kompasiana.

Melalui BB aku kontak ke mas Iskandar, salah satu admin Kompasiana. Ternyata memang mas Iskandar tidak bisa datang karena kesibukannya. Bahkan materi presentasi juga tidak disiapkan oleh Mas Iskandar. Kemiripan nama antara DeBlogger dengan DBlogegr juga membuat mas Iskandar rancu menerima undangan ini.

Blogger Bekasi sendiri tidak membawa materi presentasi, tetapi panitia tidak kalah akal. Matahari Timoer dengan cekatan mengunduh file Blogger Bekasi yang ada di YouTube dan menayangkannya di layar raksasa yang ada di backdrop panggung.

Yang menarik di acara semacam ini adalah bertambahnya kenalan baru. Bagiku inilah yang terpenting. Aku bisa menyebar kartu nama mie sehati dengan sesama blogger yang pasti akan membuat blog mie sehati semakin diperhitungkan sebagai blog preneur tahun ini.

Para hadirin juga sangat menarik. Mulai dari yang muda sampai yang tua dan yang cantik sampai yang lebih cantik lagi. Semuanya berbaur di acara ini dengan santai dan khas blogger banget.

ultah-blogger-detik-20

Acara ini akhirnya ditutup oleh penampilan Raditya Dika, si Kambing Jantan. Terlihat para fans Raditya Dika terus setia menunggu penampilan sang idola mereka. Para blogger terlihat sudah mulai meninggalkan acara, ada yang merasa kurang kenyang dengan suguhan panitia (kulihat dia nongkrong di resto dan makan nasi sendirian) dan ada juga yang berombongan menuju ke mushola Gandaria City.

ultah-blogger-detik-1

“Tadi kok gak ada ya wakil dari kompasiana?”

“Iya ya, padahal aku juga kompasianer, tapi tadi malah mewakili komunitas yang lain”

“...Aku juga kompasianer mas..tapi gak diberi mandat untuk tampil di depan panggung…”

Dialog ini mengalir ketika kita sama-sama antri di toilet dekat tempat wudhu mushola. Tak terasa malam sudah menjelang dan pasti maghrib segera tiba. Jadi mari kita jalankan kewajiban (atau kebutuhan) kita untuk berdialog dengan Sang Pencipta. Salam sehati.

ultah-blogger-detik-31


TAGS blogger kopdar detik gandaria city ultah


-

Author

Follow Me