Dua Srikandi di ajang Pilpres 2014 : SMI vs MI

29 Jun 2011

Garuda Pancasila

“Din, siapa sih calonmu di pilpres 2014 nanti?”, ucap Khalid sambil membaca berita di Koran.

“Bukannya terlalu dini ngomongin pilpres 2014?”, jawab Udin sambil membolak-mbalik halaman koran olah raga yang dibacanya.

“Hehehe…tinggal beberapa tahun sih 2014? Sudah didepan mata mas. Partai politik juga sudah mulai menjalankan misi rahasia masing-masing untuk mencitrakan calon masing-masing”

“Hmm…..”

“Lihat saja berita-berita di mas media. Sudah mulai muncul kecenderungan menokohkan seseorang atau peran partai terhadap suatu isue hangat”

“Gitu ya?”

“Iya mas. Saat ini negara kita sedang krisis kepemimpinan. Para wakil rakyat sudah susah dipercaya lagi demikian juga hati para pemimpin kita sudah tidak jelas ditaruh dimana. Ini realitas mas …”

“Kok kamu sinis banget sama wakil rakyat. Bukannya mereka berjasa juga dalam menciptakan keseimbangan legislatif dan eksekutif?”

“Wah kalau soal itu tambah parah lagi mas. Yudikatif kita membuat keseimbangan antara eksekutif dan legislatif yang seharusnya membentuk sebuah sinergi malah jadi seperti kompor untuk menaikkan rating dagelan publik”

“Bang Khalid, bacaanmu terlalu berat. Baca saja koran olah raga, jadi pikiranmu tidak terkotori oleh dunia politik yang carut marut”

“Hahaha….mas Din ini malah tambah ngelindur. Bukannya di olah raga malah terlihat sangat jelas betapa bobroknya mental para petinggi pengurus olah raga kita?”

“Lho..kok?”

“Iya mas. Mana ada lagi juara badminton, mana ada lagi kebanggaan melihat final sepakbola yang memainkan kesebelasan kita?”

“Bukannya Taufik pemain yang bagus dan beberapa kali juara?”

“Ya benar, tapi Taufik berlatih dimana? Di pelatnaskah?”

“……..”

“Mas Din jangan hanya asyik membaca ulasan pertandingan, perlu juga membaca dunia politik dibalik serunya sebuah pertandingan”

“Iya deh. Memang prestasi olah raga kita makin menurun. Aku soalnya lebih sering membaca olah raga sepakbola manca negara sih, jadi nggak ngeh dengan dunia dibalik olah raga Indonesia”

“PSSI gimana kabarnya mas Din?”

“Kalau soal itu aku baca Bang. Indonesia tetap di dadaku kalau sudah bicara kesebelasan kita. Baik-buruk, mereka adalah pahlawan kita!”

“Pernah dengar kesebelasan kita terlantar di kejuaraan luar negeri, sementara pengurusnya asyik rapat di dalam negeri?”

“Memang ada? Dimana?”

“Aku tidak ingat kejadiannya, tapi kita lihat makna apa yang bisa kita tarik dari peristiwa itu. Ada pemain yang ingin berprestasi dan ada pengurus yang asyik mencari nilai tambah dari jabatannya”

“Wah mulai lagi nih, berburuk sangka tidak baik Bang!”

Khalid tersenyum bersama Udin. Dua sahabat ini memang selalu saling berdebat dan selalu diselipi ucapan untuk saling mengingatkan.

Khalid melipat korannya dan kembali bertanya pada Udin.

“Mas Din, kita kembali ke pilpres 2014. Memang mas Din gak punya calon?”

“Hmm..sebenarnya aku sudah punya calon sih. Seorang Srikandi Keuangan yang sudah terbukti karakternya sangat kuat, cerdas dan membanggakan”

“Maksudnya Ibu Seri Mulaiyani yang sekarang sedang entah ada dimana?”

“Ya benar. Dia akan kembali lagi dan memimpin negeri ini”

“Bukannya dia tersangkut kasus besar?”

“Bahasanya bukan begitu Bang. Yang benar, SMI disangkutkan dalam sebuah kasus besar”

“Wow…darimana mas Din punya pendapat seperti itu”

“Masyarakat Indonesia ini pemaaf dan mudah jatuh hati. Itu sudah cukup untuk membuat Ibu SMI naik podium sebagai penantang capres 2014″

“Wah mas Din ternyata malah sudah punya calon kuat nih”

“Ya benar Bang. Calon yang tidak tertandingi. Dibanding calon yang lain, maka SMI paling punya kesempatan untuk jadi Presiden kita di tahun 2014″

“Bukannya ada Ibu Mediawati yang punya pendukung militan dan saat ini terlihat sangat siap menghadapi pilpres 2014, apalagi terlihat sudah mulai banyak bergabung tokoh muda di partai Ibu MI ini?”

“Yes! Ibu MI adalah pesaing berat dari Ibu SMI, tapi sebenarnya ada pesaing yang lebih berat lagi dan bisa jadi dialah pemenangnya nanti”

“Lho memang ada pesaing lain yang lebih hebat dibanding Ibu MI?”

“Ya ada!”

“Siapa itu?”

“GOLPUT!”

+++

sumber gambar : disini


TAGS politik capres pilpres 2014


-

Author

Follow Me