• 6

    Jun

    Omni [yang] makin terpuruk [?]

    Mata Khalid terbelalak membaca koran Tempo hari ini, Sabtu, 6 Juni 2009. Jelas terpampang di halaman A2 disamping Editorial, dengan Tajuk Berita Utama, tertulis sebuah judul yang membuat emosi Khalid kembali meluap,”Menteri : OMNI Bukan Rumah Sakit Internasional”. “Apa pula ini?”, langsung Khalid bersuara dengan keras, sehingga mengagetkan Udin yang sedang menyeruput kopi pagi sebelum melahap Bubur Ayam mbok Inang yang selalu lezat. “Sebentar mas, kurang ajar bener nih si Omni ini”, sambil menjawab Khalid menelusuri artikel Berita Utama itu dengan seksama. Udinpun kembali menikmati kopinya, sambil menanti Khalid selesai membaca. Alamat akan ada diskusi panjang lagi kalau Khalid membaca berita tentang Kasus Prita. Selesai membaca, bukannya Khalid menga
  • 28

    May

    Dongeng Pak Dhe

    Pak Dhe berhenti melangkah dari Masjid, ketika serombongan anak-anak menghadangnya di mulut gang. “Mampir sebentar pak Dhe ke mushola”, rayu rombongan anak-anak itu dengan wajah penuh harap cemas. Khawatir pak Dhe tidak mau menuruti ajakan mereka. “Wah, besok saja ya ke musholanya. Pak Dhe baru sibuk pagi ini”, jawab Pak Dhe sambil tetap tersenyum. “Sebentar saja juga boleh kok Pak Dhe. Sebentaaaaar saja….” “Iya pak Dhe, sebentaaaaar saja…” Pak Dhe akhirnya luluh juga oleh rayuan rombongan anak-anak yang tidak mudah menyerah ini. Sambil tersenyum pak Dhe tertawa sendiri dalam hati. Inilah buah dari ceramah yang sering dia sampaikan ke anak-anak itu. “Jangan pernah berhenti mengambil kesempatan yang biasanya cuma semp
  • 12

    Feb

    Menteri Indonesia Go BloG? Iya tuh, bener deh...Bravo donk!!!

    Pada pesta Blogger 2008, saat menunggu pintu masuk dibuka, aku ngobrol dengan seorang blogger dari negeri JIRAN. Luar biasa Indonesia. Saat para blogger kami ditangkap pemerintah, disini malah para blogger mengadakan pesta dengan sokongan dari 3 menteri, ucapnya berapi-api. Aku menanggapinya dengan senyum, karena di sisi lain ada kawan sesama blogger Indonesia yang merasa nggak nyaman dengan support dari beberapa menteri ini. Kapan blogger Indonesia mau dewasa. Untuk acara seperti ini, yang mestinya bebas dari para birokrat, malah penuh nuansa birokrasi?, ujar kawan blogger Indonesia ini bersungut-sungut. Aku juga menanggapinya dengan senyum. Ya begitulah, kata pak Amril, apapun kejadiannya, resep menghadapinya sebaiknya dengan senyum saja. Rumus senyumnya? Betul ! Rumusnya : 2-2-7,
  • 10

    Jan

    Aku Belajar [untuk cerdas]

    Tuhan, aku tengah belajar tentang kekecewaan, — yang membuatku menata harapan Aku belajar tentang duka dan kepedihan, — yang membuatku hancurkan kesombongan Ku pun belajar tentang pengkhianatan, — yang membuatku memilah kepercayaan Belajar tentang kemaksiatan, — yang membuat nuraniku bisa merasakan hati terkikis dan perih Belajar pula tentang kebodohan, — yang mampu membuatku jatuh tersungkur dan bangkit Aku belajar tentang kenakalan, — yang membuatku tertempa terpaan pukulan Belajar kepada kekesalan, — yang membuat ketahanan hatiku terkuatkan Belajar tentang cara belajar, waktuku tak makin kusia-siakan Tuhan, pelajaranku tentang hal buruk ternyata juga mendatangkan rasa syukur bahwa Kau masih mengasihiku, dan menungguku untuk datang dan
  • 28

    Nov

    Diskusi sehabis Subuh

    Setelah lama gak berdiskusi dengan anak-anak, tadi pagi sehabis subuh akhirnya bisa juga kita berdiskusi. Topiknya adalah apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua menjelang sholat subuh . Ini topik yang menarik [bagiku], karena akhir-akhir ini memang suasana menjelang sholat subuh selalu agak kacau balau. Kalau mau cari kambing hitamnya, maka pasti telkomspeedy yang akan dituduh sebagai penyebabnya. Benarkah demikian? Kalau coba ditelusuri, maka sebelum ada paket gratis telkomspeedy mulai jam 20.00 s.d jam 08.00, maka kehidupan keluargaku berjalan dengan normal, dalam arti sholat jamaah subuh dapat dilaksanakan dengan tidak banyak effort. Kalaulah ada yang tidak normal , masih dalam taraf wajar deh. Sejak adanya paket gratis itu, maka kehidupan berinternet anak-anak jadi b
  • 6

    Nov

    PIN 165

    Awalnya aku gak sengaja pakai pin 165, ternyata keterusan sampai sekarang. Apalagi gara-garanya kalau bukan karena banyak mendapat teman ketika makai pin itu. Ketika ketemu orang yang sangar, maka begitu dia melihat pin 165ku, langsung senyumnya merekah dan beruluk salam padaku. “Esq mas?” Wah, enak banget makai pin ini. Sahabat tidak usah dicari lagi, mereka yang akan mendatangiku. Ibu-ibu maupun gadis-gadis yang tadinya ragu melihat wajahku yang “kurang familiar”, begitu melihat pinku langsung “klepek-klepek” [maksudnya aku yang klepek-klepek diajak ngobrol ama mereka] Ternyata enak juga ya jadi alumni ESQ. Aku bangga deh jadi orang Islam yang ikut ESQ. Yuk jadi orang bertakwa. “sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu adalah y
  • 4

    Nov

    Radio buat Mbah UTI

    Totok, adikku nomor 3, diketawain ketika beli radio “Mahar”. Masak sudah punya banyak multimedia kok masih juga mbeli radio klasik. Begitu juga ketika Totok menghidupkan radio yang disimpan di balik jaketnya, ketika dia naik motor. Orang-orang pada nyari dimana sumber suara radio, sementara adikku tenang-tenang saja nyetel radio. Ide beli radio, awalnya ketika lebaran kemarin kita cerita-cerita sama ibu tentang keinginan ibu yang pingin ndengar pengajian, sementara nyari pengajian di TiPi sering kalah sama anak cucunya. Sudah begitu, di Tipi tidak gampang nyari acara pengajian, lebih banyak acara non pengajian [habis acara pengajian tidak menjual sih, gitu 'kali alasan pengelola TiPi]. Model radio yang dibeli memang terinspirasi oleh film Laskar Pelangi Di film itu
  • 30

    Oct

    Makan Buah

    Pagi-pagi LiLo [anak ragilku] narik-narik tanganku, yang sedang mau ngetik di kompie. “Pak, jangan ngetik terus donk. Nanti matanya sakit lho keseringan ngetik”, begitu kata LiLo. Memang semalem aku nggak ketemu sama LiLo, soalnya aku nggak ngantor, tapi ke proyek GOR Boker [bimbingan fungsional sistem manajemen K3LM] dan pulangnya agak malam. “Begini cara makannya pak. Pakai satu garpu dan kemudian satu-satu. Bapak makan satu, kemudian aku makan satu” “Gitu ya?” Lilo mengangguk sambil tersenyum, dan kamipun makan buah bersama. Jadi inget tadi malem, anakku Lita juga ngajak makan pisang goreng, tapi belum bisa kupenuhi, sehingga dia tidur duluan sebelum makan pisang bersama. Kasihan anak-anakku yang
  • 17

    Oct

    Maaf [NAK]

    Alam bawah sadar sering membuat ortu jadi salah bertindak ketika menghadapi anak yang bermasalah.Berkaca pada ilmu mendidik anak, maka jangan sampai keluar kata “JANGAN” ketika melihat anak melakukan sesuatu [yang tidak disukai ortunya]. Begitu juga, jangan sampai tangan kita begitu ringannya, sehingga untuk suatu kesalahan kecil saja tangan kita sudah melayang menempeleng anak [tercinta] kita.Sesal kemudian sudah tidak berguna. Kalimat sudah terucap dan tangan sudah menempeleng. Permintaan maafpun sering jadi hambar, karena anak kita sudah memasang “pelindung” untuk tidak mendengar lagi suara kita.Satu hal sepele lagi yang membuat anak memasang “pelindung” telinga adalah bila kita menasehati anak kita dan mendahuluinya dengan suatu kalimat klise,”
  • 25

    Sep

    KEkasih Allah

    Bagaimana kalau cinta kita ditolak oleh “kekasih” kita? Apa sudah punya serep “kekasih” lain atau kita terus berguling-guling dalam penyesalan? Bagi seorang play boy atau play girl, maka gak ngaruh tuh yang namanya ditolak atau dicuekin kekasih. Mereka punya stok kekasih yang banyak dan bahkan bisa terus nambah setiap ada kesempatan [yang sesempit apapun]. Itu memang khasnya mereka. Akan menjadi berbeda ketika yang menolak cinta kita adalah Sang Maha Tinggi, Allah SWT. Waduh…waduh… gak punya kita serep Tuhan dalam hidup kita. Kecuali mereka yang bertuhan banyak, maka kehilangan satu tuhan, gak masalah. Masih ada tuhan yang lain. Masih ada pohon lain atau kuburan lain yang bisa disembah. Masih ada duit yang bisa dicari lagi dan dijadikan tuhan tert
- Next

Author

Follow Me