• 19

    Sep

    Teater Stemka 30 tahun lampau

    Beberapa hari lalu, aku menerima notifikasi bahwa aku sudah di”tag” di sebuah ganbar. Setelah itu, kembali muncul notifikasi kalau ada gambar lain yang ada aku di dalamnya. Akhirnya akupun meluncur ke gambar itu dan ….. Wow! Ada gambar jadul di tampilan monitorku. Gambarnya masih hitam putih dan diambil sekitar 30 tahun lampau. Kalau tidak salah itu adalah gambarku ketika sedang latihan teater dan pada malam harinya kita hibur para penduduk desa dengan dagelan mataraman. Inilah dagelan khas Jogja yang mungkin sudah banyak yang tidak pernah menyaksikan lagi karena dianggap terlalu kuno dan tidak masuk akal (memangnya dagelan bisa masuk akal?). Kalau tidak salah ingat ada beberapa naskah yang kita mainkan, minimal ada dua yaitu TSMA (Tuan Saya Minta Air) dan Robot Bon
  • 22

    Apr

    Pemilu ini [jelas-jelas] tidak syah ...! [?]

    Begitu tulis kawanku di FB-nya, begitu pula kata media yang memuat pendapat para politikus kita. Terlepas dari benar atau tidaknya pernyataan tersebut, menurutku lebih nyaman melihat komentar masyarakat dan perilaku pasar uang terhadap hasil pemilihan umum untuk caleg kemarin. Belum terlihat demo yang “murni” dari masyarakat bahwa pemilu ini tidak berhasil, demikian juga pasar uang menyikapi hasil pemilu ini dengan membaiknya kondisi perekonomian. Jadi yang kita harapkan apa ya? Pernyataan dari elit politik bahwa pemilu berhasil dan masyarakat sengsara atau sebaliknya? Sebagai anggota KPPS, klulihat saat proses penyontrengan suasana guyub dan penuh canda tawa. Bahkan yang tidak dapat menyontreng karena tidak masuk DPT juga gak ada yang sampai ngamuk, mereka masih mau ngobr
-

Author

Follow Me