• 19

    Sep

    Teater Stemka 30 tahun lampau

    Beberapa hari lalu, aku menerima notifikasi bahwa aku sudah di”tag” di sebuah ganbar. Setelah itu, kembali muncul notifikasi kalau ada gambar lain yang ada aku di dalamnya. Akhirnya akupun meluncur ke gambar itu dan ….. Wow! Ada gambar jadul di tampilan monitorku. Gambarnya masih hitam putih dan diambil sekitar 30 tahun lampau. Kalau tidak salah itu adalah gambarku ketika sedang latihan teater dan pada malam harinya kita hibur para penduduk desa dengan dagelan mataraman. Inilah dagelan khas Jogja yang mungkin sudah banyak yang tidak pernah menyaksikan lagi karena dianggap terlalu kuno dan tidak masuk akal (memangnya dagelan bisa masuk akal?). Kalau tidak salah ingat ada beberapa naskah yang kita mainkan, minimal ada dua yaitu TSMA (Tuan Saya Minta Air) dan Robot Bon
  • 1

    Jan

    Tikungan Iblis, TIM 30 Des 08

    Anakku LiLo [8 tahun] bertahan sampai akhir pertunjukkan, ketika nonton Tikungan Iblisnya Teater DInasti. Mungkin, malam itu dia adalah penonton terkecil di Gedung Graha Bakti Budaya TIM. Ini memang pentas yang sarat dengan nostalgia, kalaulah ada nuansa Gandrik disana, atau nuansa Kiai Kanjeng disana, maka memang beitulah adanya. Teater Dinasti memang adalah induk dari kelompok-kelompok itu, sehingga warna pementasan merekapun terlihat tidak jauh berbeda. Panggung yang ditata secara minimalis, memang disengaja untuk mengedepankan kekuatan masing-masing aktor pendukung pementasan ini. Aktor gaek, mas Joko Kampto, terlihat masih sangat piawai [boleh dibilang semakin matang] dalam membawakan peran iblis yang begitu mengharu birukan pementasan itu. Penonton dibuat terkesima oleh sang i
-

Author

Follow Me